CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN KALORI


 

Medismed.blogspot.com. Untuk menghitung kebutuhan kalori pasien seseorang, pertama-tama perlu diketahui tingkat aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan pasien. Kemudian, dapat menggunakan rumus Harris-Benedict atau Mifflin-St. Jeor untuk menghitung kebutuhan kalori basal. Selanjutnya, kalori dapat ditambahkan berdasarkan aktivitas fisik dan kondisi kesehatan pasien.

Rumus Harris-Benedict adalah suatu formula untuk menghitung kebutuhan kalori basal seseorang berdasarkan jenis kelamin, usia, berat badan, dan tinggi badan. Berikut rumus Harris-Benedict untuk menghitung kebutuhan kalori basal:

Untuk laki-laki: BMR = 88.362 + (13.397 x berat badan dalam kg) + (4.799 x tinggi badan dalam cm) - (5.677 x usia dalam tahun)

Untuk perempuan: BMR = 447.593 + (9.247 x berat badan dalam kg) + (3.098 x tinggi badan dalam cm) - (4.330 x usia dalam tahun)

Rumus Mifflin-St. Jeor juga salah satu metode untuk menghitung kebutuhan kalori basal seseorang. Rumus ini dianggap lebih akurat daripada rumus Harris-Benedict. Berikut adalah rumus Mifflin-St. Jeor untuk menghitung kebutuhan kalori basal:

  • Untuk pria: (10 x berat badan dalam kg) + (6,25 x tinggi dalam cm) - (5 x usia dalam tahun) + 5
  • Untuk wanita: (10 x berat badan dalam kg) + (6,25 x tinggi dalam cm) - (5 x usia dalam tahun) - 161

Berikut adalah cara menghitung kebutuhan kalori berdasarkan aktivitas fisik:

  1. Hitung kebutuhan kalori dasar menggunakan rumus Harris-Benedict atau Mifflin-St. Jeor.

  2. Gunakan faktor aktivitas fisik yang sesuai dengan tingkat aktivitas fisik Anda. Faktor aktivitas fisik yang umum digunakan adalah:

  • Tidak atau sedikit aktivitas fisik: faktor 1.2
  • Aktivitas ringan (olahraga 1-3 kali seminggu): faktor 1.375
  • Aktivitas sedang (olahraga 3-5 kali seminggu): faktor 1.55
  • Aktivitas berat (olahraga 6-7 kali seminggu): faktor 1.725
  • Aktivitas sangat berat (olahraga setiap hari atau dua kali sehari): faktor 1.9
  1. Kalikan kebutuhan kalori dasar dengan faktor aktivitas fisik yang sesuai. Hasil perkalian ini akan memberikan angka perkiraan kebutuhan kalori harian berdasarkan tingkat aktivitas fisik.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki kebutuhan kalori dasar sebesar 1600 kalori dan memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (faktor 1.55), maka kebutuhan kalori harian yang disarankan adalah sekitar 2480 kalori (1600 x 1.55). Namun, perlu diingat bahwa hasil ini hanyalah perkiraan, dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu serta kondisi kesehatan yang spesifik.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK PASIEN DIABETES

GEJALA PENYAKIT GOUT / ASAM URAT

KOMPLIKASI DIABETES MILITUS